Lingga TerkiniLingga Terkini
  • Home
  • News
  • Lingga
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Nasional
  • Video
Aa
Lingga TerkiniLingga Terkini
Aa
  • Home
  • News
  • Lingga
  • Kepri
  • Nasional
  • Video
Search
Follow US
Lingga Terkini > Seputar KEPRI > Batam > Akademisi dan Mahasiswa Batam Gelar Dialog Mendalam, Terkait PP 47 Tahun 2025.
BatamBeritaSeputar KEPRI

Akademisi dan Mahasiswa Batam Gelar Dialog Mendalam, Terkait PP 47 Tahun 2025.

Jurnalis - linggaterkini
Jurnalis - linggaterkini Published Friday, 28 November 2025
Share
Para narasumber dan peserta berpose bersama usai Forum Diskusi Madilog Vol. II di Aula Mini UNRIKA, Batam.
SHARE

BATAM – Lingkar Akademi Peduli Batam bersama BEM Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) menggelar Forum Diskusi “Madilog Vol II PP 47 Tahun 2025: Mahasiswa Berdialog” di Aula Mini UNRIKA, Batu Aji, Kota Batam. Kegiatan ini dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang antusias mengikuti pembahasan mengenai kebijakan daerah dan dinamika pembangunan Batam.

Para peserta menilai forum ini penting sebagai ruang berbagi informasi, memperluas pemahaman, serta wadah untuk menyampaikan pandangan terhadap isu strategis dan regulasi baru yang tengah menjadi perhatian publik.

Forum dibuka oleh Rektor UNRIKA, Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari. Hadir tiga narasumber utama, yakni Dr. Suyono Saputro, S.E., M.M. selaku Ketua Lingkar Akademisi Peduli Pembangun Batam; Dato Muhammad Yunus, Sekretaris Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam; dan Dr. Karol Teovani Loda, S.AP., M.AP. dari Universitas Batam. Acara turut dihadiri Dekan S1 Fakultas Hukum UNRIKA, Dr. Dwi Afni Maileni, serta Dekan S2 Fakultas Hukum UNRIKA, Prof. Dr. Alwan Hadiyanto.

Ad image

Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membuat suasana semakin hidup. Mahasiswa terlihat aktif memberikan pertanyaan, sementara para narasumber menyampaikan materi secara komprehensif dan mudah dipahami.

Narasumber pertama, Dr. Karol Teovani Loda, menekankan pentingnya penyusunan kebijakan publik yang sistematis dan berorientasi pada pemecahan masalah di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa temuan penelitian menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

“Nutley, Davies, dan Smith (2000) menegaskan bahwa kebijakan harus berbasis bukti yang kuat dan dapat diuji ulang,” ungkap Dr. Karol.

Menurutnya, pendekatan berbasis bukti dapat membantu menutup kesenjangan dan menyelesaikan persoalan publik secara logis dan terukur.

Dr. Suyono Saputro dalam paparannya mengulas perkembangan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau triwulan II tahun 2025. Nilai PDRB Kepri tercatat mencapai Rp93,70 triliun (ADHB) dan Rp55,21 triliun (ADHK) dengan pertumbuhan 7,14 persen secara tahunan.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong sektor industri pengolahan serta pertambangan dan penggalian. Meski demikian, Kepri masih menghadapi tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, perang tarif, dan kebijakan moneter ketat di sejumlah negara.

Namun, Dr. Suyono menegaskan bahwa Batam tetap menjadi magnet investasi.

“Perusahaan manufaktur baru justru terus berdatangan ke Batam,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perkembangan industri solar panel yang tengah menunggu hasil penyelidikan impor oleh Amerika Serikat.

PP 47/2025 Perkuat Tata Kelola FTZ Batam

Sementara itu, Sekum LAM Kota Batam, Dato Muhammad Yunus, menyoroti pentingnya kehadiran Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025 sebagai pembaruan regulasi FTZ Batam.

Menurutnya, perubahan keempat atas PP 46 Tahun 2007 ini disusun guna menyesuaikan tata kelola kawasan dengan perkembangan ekonomi, teknologi, dan sistem perdagangan internasional.

Ia menjelaskan bahwa PP 47/2025 juga memuat pengakuan serta perlindungan terhadap hak masyarakat adat, termasuk penetapan wilayah adat dan hak ulayat sebagai dasar penyusunan tata ruang dan perizinan.

Selain itu, regulasi baru ini memperluas wilayah KPBPB Batam ke lebih banyak pulau sehingga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Tujuan PP ini adalah meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi kawasan strategis nasional, mendukung investasi, perdagangan, industri, pariwisata, dan menciptakan lapangan kerja lokal,” ujar Yunus.

Forum Madilog Vol. II ini menjadi ajang penting bagi mahasiswa dan akademisi untuk memahami arah kebijakan Batam, khususnya menyangkut implementasi PP 47 Tahun 2025. Melalui dialog terbuka dan interaktif, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kontribusi generasi muda dalam pembangunan daerah serta memperkuat kolaborasi lintas kampus. (**)

Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Subsidi Dicabut, Beban Naik: Ekspedisi Akui Terpaksa ODOL demi Bertahan

Akhlil Fikri Diumumkan Sebagai Plt SMSI Lingga

TERPOPULER

Aksi Terjun Payung Prajurit Yontaifib I Mar Pukau Masyarakat Dabo Singkep
Warga Pulau Nuja Dihebohkan Penemuan Mayat: Basarnas dan Polisi Langsung Bertindak
Proses Evakuasi Penemuan Mayat Yang Tidak Utuh Penuh Rintangan Alam
Ratap Pilu Sambut Kapolsek Singkep Barat di Rumah Korban Nelayan, Warga Cukas Yang Hilang

Lainnya

BeritaBerita LinggaSeputar KEPRI

Subsidi Dicabut, Beban Naik: Ekspedisi Akui Terpaksa ODOL demi Bertahan

Tuesday, 25 November 2025
BeritaBerita LinggaSeputar KEPRI

Gotong Royong Polsek Singkep Barat Bersihkan Pohon Tua yang Berisiko Tumbang ke Jalan Raya

Thursday, 6 November 2025
BeritaBerita Lingga

PLN Dabo Singkep Bergerak Cepat Tangani KWh Warga yang Terbakar Akibat Sambaran Petir di Bukit Belah

Sunday, 2 November 2025
BeritaBerita LinggaSeputar KEPRI

Polres Lingga Sidak Pertokoan di Dabo Singkep, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Stabil

Sunday, 2 November 2025
Follow us:
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Privacy Policy
  • Karir

Network

  • Kutipan Berita
  • Inidie.com
  • Harian Lingga
  • Selingga.com

© Linggaterkini.com

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?