LINGGA TERKINI – Dugaan praktik percaloan dalam proses rekrutmen anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Kabupaten Lingga dinilai telah melampaui batas kewajaran.
Isu ini bukan lagi sekadar kabar yang beredar, tetapi telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta berpotensi mencoreng citra institusi Polri.
Informasi terkait dugaan tersebut disebut telah beredar luas di kalangan masyarakat dan ruang publik. Bahkan, kabarnya laporan mengenai praktik percaloan itu telah masuk ke pihak terkait.
Namun hingga kini, belum terlihat adanya tindakan nyata yang dapat menjawab keresahan publik, sehingga masyarakat menilai persoalan ini perlu diketahui secara terbuka.
Kondisi tersebut mencerminkan kekhawatiran mendalam masyarakat terhadap proses rekrutmen Polri yang seharusnya mengedepankan prinsip bersih, gratis, transparan, dan akuntabel.
Alih-alih berjalan sesuai aturan, proses seleksi justru dicurigai dimanfaatkan oleh oknum tertentu dan jaringan calo untuk memperdagangkan harapan, terutama bagi masyarakat kecil yang ingin mengabdikan diri kepada negara.
Jika dugaan praktik percaloan ini benar terjadi, maka dampaknya tidak hanya merusak sistem seleksi penerimaan anggota Polri, tetapi juga menggerus kepercayaan publik serta mencederai marwah institusi negara yang seharusnya menjadi teladan penegakan hukum dan keadilan.
Masyarakat pun berharap aparat berwenang segera melakukan penelusuran dan penindakan secara tegas serta transparan, guna memastikan proses rekrutmen Polri benar-benar bebas dari praktik percaloan dan penyimpangan lainnya.
Penulis : Ruslan




