LINGGA TERKINI – Dugaan praktik percaloan dalam proses rekrutmen anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Kabupaten Lingga menuai kecaman keras dari Tokoh Pemuda Lingga, Yusri Mandala.
Ia mendesak Polres Lingga agar tidak bersikap pasif dan segera mengusut tuntas dugaan praktik ilegal yang dinilai telah mencoreng marwah serta integritas institusi kepolisian.
Yusri menegaskan, isu percaloan rekrutmen Polri bukan lagi sekadar rumor, melainkan telah menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat. Menurutnya, jika aparat penegak hukum tidak segera bertindak, maka publik berhak menilai bahwa ada pembiaran terhadap praktik yang jelas-jelas merugikan masyarakat.
“Informasi soal calo rekrutmen Polri ini sudah sangat kuat beredar di masyarakat. Bahkan kami mendapat kabar bahwa laporan sudah masuk ke Polres. Kalau ini benar, maka tidak ada alasan bagi kepolisian untuk menunda atau menunggu laporan tambahan. Ini kejahatan murni,” tegas Yusri, Sabtu (03/01/2026).
Ia menilai praktik calo dalam rekrutmen Polri merupakan bentuk penipuan terorganisir yang memanfaatkan harapan masyarakat, sekaligus merusak prinsip seleksi yang seharusnya bersih, transparan, dan bebas biaya.
“Penerimaan anggota Polri itu gratis dan terbuka. Kalau masih ada oknum yang menjual janji kelulusan dengan imbalan uang, itu bukan hanya menipu masyarakat, tapi juga melecehkan sistem dan mencoreng nama baik Polri sendiri,” ujarnya.
Yusri juga mengingatkan agar Polres Lingga tidak bersikap setengah-setengah dalam menangani persoalan ini. Ia menilai, ketegasan aparat menjadi ujian nyata bagi komitmen Polri dalam memberantas praktik mafia dan percaloan di internal maupun eksternal institusi.
“Jangan sampai muncul kesan hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Kalau Polres Lingga serius menjaga kepercayaan publik, buktikan dengan tindakan, bukan sekadar pernyataan,” katanya dengan nada keras.
Lebih lanjut, Yusri menyatakan bahwa apabila dugaan praktik percaloan ini tidak ditindaklanjuti secara transparan dan terbuka, pihaknya tidak akan tinggal diam.
“Kami siap membawa persoalan ini ke Komisi III DPR RI dan Mabes Polri. Ini bukan ancaman, tapi bentuk tanggung jawab moral agar masyarakat tidak terus menjadi korban,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak tergiur janji-janji manis oknum tertentu yang mengatasnamakan kedekatan dengan pejabat kepolisian.
“Tidak ada jalan pintas masuk Polri. Kalau ada yang menjanjikan kelulusan dengan uang, itu sudah pasti penipuan. Masyarakat harus berani melapor,” pungkasnya.




