BATAM – Semangat membangun pers yang bermartabat dan profesional terus menguat di Kota Batam. Sejumlah wartawan lintas media kini tengah mempersiapkan pembentukan kepengurusan Ikatan Wartawan Indonesia (IWI) Kota Batam sebagai wadah pemersatu insan pers yang berkomitmen menjaga integritas, memperkuat solidaritas, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Pembentukan organisasi ini menjadi tonggak awal lahirnya wadah yang diharapkan mampu menjawab tantangan dunia jurnalistik di era digital. Di tengah arus informasi yang kian cepat dan kompetisi media yang semakin ketat, kehadiran organisasi resmi yang fokus pada peningkatan kualitas wartawan dinilai sangat penting.
Pendiri IWI Kota Batam, Rangga, menegaskan bahwa organisasi tersebut hadir bukan sekadar simbol, melainkan ruang pembinaan dan penguatan profesi kewartawanan.
“Ikatan Wartawan Indonesia di Kota Batam bukan sekadar organisasi, melainkan rumah besar bagi wartawan yang ingin tumbuh bersama dalam integritas dan profesionalisme. Kita ingin membangun pers yang kuat, solid, dan beretika,” ujar Rangga dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).
Ia menyampaikan, setelah Lebaran Hari Raya Idulfitri mendatang, pihaknya berencana menggelar rapat pembentukan kepengurusan secara resmi. Agenda tersebut akan membahas struktur organisasi, penyusunan program kerja, hingga penetapan arah gerak organisasi ke depan.
“Insya Allah setelah Lebaran kita akan menggelar rapat pembentukan kepengurusan. Ini menjadi langkah awal untuk membangun organisasi yang terstruktur, profesional, dan memiliki program kerja nyata,” tambahnya.
Saat ini, IWI Kota Batam masih berada dalam tahap perekrutan anggota. Proses ini dilakukan secara bertahap dan terbuka bagi wartawan yang memiliki komitmen terhadap profesionalisme serta etika jurnalistik.
Selain itu, panitia inisiasi juga tengah mempersiapkan pembuatan seragam resmi organisasi sebagai identitas anggota. Seragam tersebut diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus mencerminkan kehormatan profesi wartawan yang tergabung dalam IWI.
Salah satu program utama yang menjadi fokus IWI Kota Batam adalah mendorong dan memfasilitasi anggota untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen serius dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme anggotanya.
Rangga menegaskan, wartawan yang bergabung akan didorong mengikuti UKW secara bertahap sebagai upaya peningkatan kapasitas sekaligus penguatan legalitas profesi.
“Rekan-rekan yang bergabung di Ikatan Wartawan Indonesia akan kita dorong dan fasilitasi mengikuti UKW secara bertahap. Ini menjadi prioritas dalam wadah ini, karena kita ingin wartawan yang tergabung benar-benar kompeten dan memiliki standar profesional yang jelas,” tegasnya.
Menurutnya, UKW bukan sekadar formalitas, melainkan bukti bahwa seorang wartawan memiliki kemampuan, pemahaman kode etik, serta tanggung jawab profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Dengan menjadikan UKW sebagai prioritas, IWI Kota Batam berharap setiap anggotanya mampu bersaing secara sehat, profesional, dan memiliki kredibilitas di mata publik.
Sebagai identitas resmi, logo Ikatan Wartawan Indonesia memiliki makna filosofis yang kuat. Warna emas melambangkan kehormatan, profesionalisme, dan integritas profesi wartawan. Bentuk simetris huruf “I” dan “W” merepresentasikan persatuan, solidaritas, serta komitmen dalam menyajikan informasi yang objektif dan berimbang.
Pena di bagian tengah menjadi simbol kekuatan tulisan sebagai sarana perjuangan dan pengawasan sosial, sementara bintang di bagian atas melambangkan cita-cita luhur serta nilai moral yang menjadi landasan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Latar hitam menggambarkan ketegasan, independensi, dan netralitas dalam menjaga kebebasan pers.
Pembentukan kepengurusan IWI Kota Batam diharapkan menjadi awal kebangkitan solidaritas pers di daerah. Dengan semangat persatuan dan pembinaan berkelanjutan, organisasi ini optimistis dapat melahirkan wartawan yang profesional, beretika, dan berdaya saing tinggi.
IWI menegaskan, kehadirannya bukan sekadar wadah organisasi, melainkan gerakan bersama untuk menjaga marwah profesi serta memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi di Kota Batam. **




