LINGGA TERKINI – Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Lingga mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, warga kini harus berjuang ekstra demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Alih-alih bisa beristirahat di malam hari, sebagian warga justru memilih untuk tetap terjaga hingga larut malam. Mereka menunggu air yang baru mulai mengalir secara perlahan dari kran rumah, setelah seharian nyaris tidak keluar sama sekali.
Salah seorang warga, Mardani, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah terjadi selama musim kemarau berlangsung. Pada siang hari, kran air di rumahnya hampir tidak berfungsi karena debit air yang sangat minim.
“Kalau siang hari kran sama sekali tidak mengalir. Biasanya kami baru bisa mendapatkan air pada malam hari, itu pun kadang harus menunggu sampai tengah malam,” ungkapnya. Pada (06/03/2026) Dinihari.
Menurutnya, air yang mengalir pada malam hari itu langsung ditampung di bak penampungan maupun ember untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak.
Situasi ini membuat warga harus menyesuaikan aktivitas mereka. Waktu istirahat yang seharusnya digunakan untuk tidur, kini justru dimanfaatkan untuk memastikan air bisa ditampung secukupnya.
Mardani juga menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kerusakan bak penampungan ataupun gangguan pada jaringan air. Melainkan murni karena musim kemarau yang membuat sumber air semakin berkurang.
“Bukan karena bocor atau rusak. Memang karena kemarau, jadi airnya susah didapat,” tambahnya.
Warga berharap adanya perhatian dan solusi dari pihak terkait agar pasokan air bersih dapat lebih stabil, terutama saat musim kemarau melanda.
Sebab, air merupakan kebutuhan utama yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Editor : Ruslan




