Calon Perwira Polri Tebar Kepedulian di Lingga, Pengabdian Nyata Setukpa Lemdiklat Polri untuk Masyarakat

by -976 Views

LINGGA – Pendidikan di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri tidak hanya bertujuan mencetak perwira yang unggul dalam kemampuan akademik, taktis, dan kepemimpinan. Lebih dari itu, lembaga pendidikan kepolisian tersebut juga membentuk karakter calon perwira agar memiliki empati, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Nilai-nilai tersebut diwujudkan secara nyata oleh Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-56 Resimen Parakrama Pradana (RPP) melalui kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan saat menjalani program Izin Bermalam di Luar (IBL), Jumat (31/7/2026).

Program yang menjadi bagian dari proses pembentukan karakter tersebut memberikan kesempatan kepada para siswa untuk kembali ke daerah asal masing-masing sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan yang telah ditanamkan selama mengikuti pendidikan di Setukpa Lemdiklat Polri.

Di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Siswa SIP Angkatan ke-56 pengiriman Polda Kepulauan Riau, Sujimanyah, menyalurkan bantuan paket sembako kepada para penghuni Panti Jompo Tuah Bunda. Kehadiran calon perwira Polri itu disambut hangat oleh para lansia yang tidak hanya menerima bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga perhatian, kebersamaan, dan kasih sayang yang menjadi penyemangat dalam menjalani hari-hari mereka.

Bakti sosial tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat telah ditanamkan sejak masa pendidikan. Melalui aksi sederhana namun penuh makna, para calon perwira diajak memahami bahwa kehadiran anggota Polri harus mampu memberikan manfaat nyata serta menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepedulian bagi masyarakat.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar selama satu bulan, seluruh siswa SIP Angkatan ke-56 mendapatkan penugasan kembali ke daerah masing-masing melalui program IBL dengan membawa misi sosial. Mereka didorong melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari penyaluran bantuan sosial, donor darah, hingga aksi sosial lainnya sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Polri Presisi.

Secara serentak, sebanyak 33 Siswa SIP Angkatan ke-56 pengiriman Polda Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan sosial di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau. Meski dilaksanakan di lokasi yang berbeda, seluruh rangkaian kegiatan mengusung semangat yang sama, yakni memperkuat kehadiran Polri yang semakin dekat dengan masyarakat, humanis, responsif, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Ketua Panti Jompo Tuah Bunda Kabupaten Lingga, Amalia, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan para calon perwira Polri. Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan hanya meringankan kebutuhan para penghuni panti, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para lansia yang merindukan perhatian dan kebersamaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sujimanyah, Siswa SIP Angkatan ke-56 pengiriman Polda Kepulauan Riau, yang telah meluangkan waktu untuk berbagi dengan para lansia di Panti Jompo Tuah Bunda. Kehadiran beliau membawa kebahagiaan tersendiri bagi para penghuni panti. Semoga kepedulian seperti ini terus tumbuh dan menjadi teladan bagi generasi muda serta membawa keberkahan bagi seluruh peserta didik Setukpa Lemdiklat Polri,” ujar Amalia.

Ia menambahkan, perhatian yang diberikan kepada para penghuni panti memiliki arti yang sangat besar. Menurutnya, kunjungan seperti ini membuktikan bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap keberadaan para lansia.

“Bagi para lansia, perhatian dan kebersamaan merupakan hadiah yang sangat berharga. Mereka merasa dihargai, didengar, dan tidak dilupakan. Karena itu kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menginspirasi banyak pihak untuk ikut berbagi kepada sesama,” tambahnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan di Setukpa Lemdiklat Polri tidak hanya berorientasi pada pembentukan kemampuan teknis dan kepemimpinan semata, tetapi juga membangun karakter Bhayangkara yang berintegritas, berempati, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Melalui aksi kemanusiaan yang dilaksanakan selama program IBL, para calon perwira Polri menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik maupun kemampuan di lapangan, tetapi juga dari sejauh mana mereka mampu hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan warga, serta memberikan manfaat melalui tindakan nyata.

Inilah wajah Polri Presisi yang terus dibangun sejak bangku pendidikan—humanis dalam melayani, tulus dalam mengabdi, serta menjadikan kepedulian sebagai bagian dari jati diri seorang Bhayangkara./iNdy.

No More Posts Available.

No more pages to load.