LINGGA TERKINI – Pelabuhan tua yang dikenal masyarakat sebagai Boom Dabo di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, kini menjadi sorotan. Kondisi sejumlah fasilitas di pelabuhan yang diperkirakan dibangun sejak tahun 1887 itu disebut mulai memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Bagi masyarakat tua di Dabo Singkep, nama Boom Dabo bukan sekadar pelabuhan biasa. Tempat tersebut dikenal sebagai salah satu saksi sejarah kejayaan industri timah di Pulau Singkep pada masa lampau.
Tokoh masyarakat Kabupaten Lingga, Muhammad Ishak, mengatakan Boom Dabo dulunya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat saat industri timah berada di puncak kejayaan.
“Boom Dabo barangkali satu diantara saksi bukti penting sejarah yang masih dapat dilihat dan dimanfaatkan hingga kini oleh pemerintah dan masyarakat,” kata Ishak kepada Kutipan.co, Jumat (8/5/2026).
Menurut Ishak, pelabuhan tersebut pernah menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Singkep. Aktivitas distribusi hasil tambang timah dilakukan melalui pelabuhan itu ke berbagai daerah.
Ia menjelaskan, kondisi pelabuhan saat ini mulai mengkhawatirkan, terutama pada bagian atap awning atau kanopi dan area bongkar muat barang.
Kerusakan di sejumlah titik dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas pelabuhan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun pekerja yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Ishak mengungkapkan, sejak tahun 2023 pengelolaan Pelabuhan Dabo telah resmi dialihkan ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan kini berstatus sebagai pelabuhan regional.
“Dengan statusnya sebagai pelabuhan regional, Pelabuhan Dabo diharapkan benar-benar berfungsi maksimal. Tidak hanya untuk pelayanan antar-kabupaten se-Provinsi Kepri, tetapi juga untuk konektivitas dengan provinsi terdekat,” ujarnya.
Menurut dia, perhatian terhadap Pelabuhan Dabo menjadi semakin penting setelah Pelabuhan Sei Tenam kembali diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Lingga pada tahun 2025. Kondisi itu membuat Pelabuhan Dabo kini menjadi fokus utama infrastruktur maritim Lingga di bawah tanggung jawab Pemprov Kepri.
Ishak berharap Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dapat segera merespons kondisi tersebut dan merealisasikan revitalisasi pelabuhan.
“Pak Gubernur Ansar Ahmad biasanya sangat cepat merespons hal-hal seperti ini. Kita doakan saja semoga APBD Provinsi Kepri semakin membaik, sehingga revitalisasi Pelabuhan Dabo, termasuk rehabilitasi area bongkar muat dan perbaikan atap, dapat segera terealisasi,” harap Ishak.
Selain memiliki nilai ekonomi, masyarakat menilai keberadaan Boom Dabo juga menyimpan nilai sejarah panjang Kabupaten Lingga yang perlu dijaga dan dilestarikan.



