LINGGA TERKINI – Pelaku usaha pertambangan pasir kuarsa di Kepulauan Riau (Kepri) menyampaikan apresiasi atas respons Pemerintah Provinsi Kepri, khususnya melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang telah membuka ruang komunikasi dengan para pelaku usaha pada 5 Mei 2026 lalu.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung keberlangsungan sektor pertambangan, terutama melalui diskusi terkait optimalisasi pengelolaan dan pemasaran pasir kuarsa di wilayah Kepri.
Salah satu pemilik Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) pasir kuarsa di Kepri, Said Alza Habibie, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik undangan dari Dinas ESDM Kepri tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas respons dan perhatian dari Pemerintah Provinsi Kepri, khususnya Dinas ESDM, yang telah mengundang kami untuk berdiskusi. Ini menjadi langkah positif dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Pengusaha Muda Asal Dabo Singkep Jadi Sosok Yang Sukses Dan Menginspirasi
Ia berharap, melalui dialog yang telah terjalin, ke depan kebijakan yang diambil termasuk terkait Harga Patokan Mineral (HPM) dapat semakin selaras dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, penyesuaian HPM secara berkala akan membantu menjaga keseimbangan antara regulasi dan keberlangsungan usaha, terutama di tengah dinamika harga ekspor dan biaya produksi.
“Harapan kami, melalui komunikasi yang baik ini, kebijakan yang ada dapat terus disesuaikan agar tetap relevan dengan perkembangan pasar,” tambahnya.
Ia juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas sektor pertambangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Penulis : Ruslan



