Lingga TerkiniLingga Terkini
  • Home
  • News
  • Lingga
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Nasional
  • Video
Aa
Lingga TerkiniLingga Terkini
Aa
  • Home
  • News
  • Lingga
  • Kepri
  • Nasional
  • Video
Search
Follow US
Lingga Terkini > Berita > Kisah Haru Lansia yang Hidup Sendiri, IPTU Maidir Hadir Membawa Kepedulian
BeritaSeputar KEPRI

Kisah Haru Lansia yang Hidup Sendiri, IPTU Maidir Hadir Membawa Kepedulian

adminweb
adminweb Published Saturday, 23 May 2026
Share
Momen haru saat IPTU Maidir Riwanto memberikan santunan kepada Kecit (84), lansia yang membutuhkan uluran tangan. (Foto : Ruslan)
SHARE

LINGGA TERKINI – Suasana haru tak terbendung saat seorang nenek berusia 84 tahun, Kecit, menerima bingkisan sembako dari IPTU Maidir Riwanto. Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, ia mengucapkan terima kasih sembari memanjatkan doa tulus.

“Terima kasih, Nak… semoga berkah,” ucapnya lirih, penuh haru.

Momen sederhana itu menjadi gambaran nyata betapa kehadiran seorang polisi bisa begitu berarti bagi masyarakat kecil.

Ad image

IPTU Maidir Riwanto, yang kini menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Lingga, dikenal sebagai sosok yang tak hanya tegas dalam tugas, tetapi juga lembut dalam kemanusiaan. Di balik seragamnya, tersimpan kisah hidup yang penuh perjuangan.

Raut haru terpancar dari wajah Kecit (84) saat menerima bantuan langsung dari IPTU Maidir Riwanto. (Foto : Ruslan)

Lahir dan besar di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, ia tumbuh dari keluarga sederhana. Ayahnya, seorang guru, menjadi sosok penting dalam hidupnya bukan hanya sebagai kepala keluarga, tetapi juga teladan dalam pengorbanan.

Di tengah keterbatasan, sang ayah tetap berjuang keras demi keluarga. Selain mengajar, ia rela mengambil pekerjaan tambahan sebagai wasit sepak bola demi menambah penghasilan.

Namun, perjuangan itu tak selalu cukup. Kehidupan mereka tetap jauh dari kata berkecukupan.

Kenangan masa kecil itu masih membekas kuat, terutama saat menjelang Hari Raya Idulfitri. Di saat anak-anak lain bisa dengan mudah mendapatkan baju baru, Maidir kecil harus menunggu dengan penuh harap.

“Kalau lebaran sudah dekat, ayah sering berutang dulu supaya saya bisa punya baju baru,” kenangnya, mengenang pengorbanan sang ayah.

Dari sosok ayahnya itulah ia belajar arti tanggung jawab, keikhlasan, dan ketulusan dalam membantu sesama. Nilai-nilai itu kemudian tumbuh menjadi bagian dari dirinya hingga kini.

Tak heran, ketika kini mengemban amanah sebagai perwira polisi, IPTU Maidir memilih untuk tetap dekat dengan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.

Tanpa banyak sorotan, ia rutin membagikan bantuan sembako kepada warga kurang mampu, tidak hanya pada hari Jumat. Ia juga turun langsung ke lapangan, menyapa warga satu per satu, memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak.

Seperti yang dialami nenek Kecit.

Bagi IPTU Maidir, bantuan itu mungkin sederhana. Namun bagi Kecit, itu adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Air mata yang jatuh menjadi saksi bahwa kepedulian sekecil apa pun mampu menghadirkan harapan besar.

Tak hanya itu, kepedulian IPTU Maidir juga terlihat saat ada warga yang sakit. Ia kerap datang menjenguk, memberikan bantuan, bahkan membantu proses pengobatan bagi masyarakat yang kesulitan.

IPTU Maidir Riwanto saat memberikan bantuan kepada anak stabilitas yang sedang sakit dalam upaya membantu meringankan kesulitan mereka. (Foto : Ruslan)

Baginya, kehadiran polisi bukan hanya saat ada persoalan hukum, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan.

“Lingga ini tempat saya lahir dan dibesarkan. Saya tahu rasanya hidup susah. Jadi kalau sekarang bisa membantu, itu sudah menjadi kewajiban saya,” ujar IPTU Maidir, Sabtu (23/05/2026).

Di tengah tugas berat sebagai penegak hukum, ia tetap menjaga sisi humanisnya. Baginya, menjadi polisi bukan hanya soal menindak, tetapi juga melindungi dan mengayomi dengan hati.

Kisah IPTU Maidir Riwanto menjadi cerminan bahwa nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan sejak kecil, terutama dari perjuangan orang tua, mampu membentuk karakter seorang pemimpin.

Dengan penuh empati, IPTU Maidir Riwanto menyerahkan bantuan kepada lansia yang hidup dalam keterbatasan. (Foto : Ruslan)

Dari anak seorang guru sederhana yang penuh keterbatasan, kini ia hadir sebagai sosok polisi yang tak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menghadirkan harapan bagi masyarakat.

Dan di mata seorang nenek bernama Kecit, sosok itu bukan sekadar apparat melainkan malaikat penolong yang datang di saat yang tepat.

Penulis : Ruslan

TAGGED: IPTU Maidir Riwanto, Polisi Humanis, Polisi Peduli
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Istri Siri di Lingga, Jaka Peragakan Puluhan Adegan

Akhlil Fikri Diumumkan Sebagai Plt SMSI Lingga

TERPOPULER

Aksi Terjun Payung Prajurit Yontaifib I Mar Pukau Masyarakat Dabo Singkep
Warga Pulau Nuja Dihebohkan Penemuan Mayat: Basarnas dan Polisi Langsung Bertindak
Proses Evakuasi Penemuan Mayat Yang Tidak Utuh Penuh Rintangan Alam
Ratap Pilu Sambut Kapolsek Singkep Barat di Rumah Korban Nelayan, Warga Cukas Yang Hilang

Lainnya

BeritaSeputar KEPRI

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Istri Siri di Lingga, Jaka Peragakan Puluhan Adegan

Monday, 18 May 2026
BeritaSeputar KEPRI

Polda Kepri dan IJTI Gelar Beragam Lomba Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Monday, 18 May 2026
BeritaSeputar KEPRI

Total Hadiah Puluhan Juta! Polda Kepri dan IJTI Gelar Tiga Lomba Bertema Polisi Humanis

Wednesday, 13 May 2026
BeritaKriminalSeputar KEPRI

Tiba di Lingga, Tersangka Pembunuhan Istri Siri Hanya Tertunduk Saat Digiring Polisi

Tuesday, 12 May 2026
Follow us:
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Privacy Policy
  • Karir

Network

  • Kutipan Berita
  • Inidie.com
  • Harian Lingga
  • Selingga.com

© Linggaterkini.com

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?