LINGGA TERKINI – Dua warga Kabupaten Lingga yang sebelumnya dikabarkan hilang kontak saat berlayar menggunakan boat (pompong) dari Desa Kelumu menuju Batam pada 18 Februari 2026, hingga Selasa (24/2/2026) malam masih belum diketahui keberadaannya.
Korban kedua diketahui bernama Jeiri alias Eno (35), yang berperan sebagai nahkoda, serta Muhammad Sahri alias Aren (30), anak buah kapal (ABK).
Keduanya terakhir berkomunikasi pada 18 Februari 2026 sebelum akhirnya hilang kontak di tengah perjalanan laut.
Hilangnya kedua pelayar tersebut memicu kekhawatiran keluarga dan masyarakat setempat.
Sejak laporan diterima, tim gabungan langsung bergerak melakukan upaya pencarian secara intensif di sejumlah titik perairan yang diduga menjadi jalur pelayaran mereka.
Tim gabungan terdiri dari BPBD Lingga bersama personel Lanal Dabo Singkep, Pos AL Desa Tanjung Biru, dibantu warga serta keluarga korban, terus melakukan penyisiran.
Area pencarian bahkan telah mencakup perairan Pulau Petong, Pulau Karas Besar, sampai ke wilayah perairan Bintan.
“Sampai saat ini kita sudah memperluas pencarian menyisir hingga ke laut Pulau Petong sampai ke Pulau Karas Besar dan wilayah Bintan,” ujar Kepala BPBD Lingga Oktanius Wirsal saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, sejak kejadian pada 18 Februari lalu, tim telah melakukan pencarian secara bertahap dengan Memaksimalkan armada yang tersedia.
Meski sesuai prosedur hari berikutnya direncanakan sebagai hari terakhir operasi pencarian aktif, termasuk memastikan pemantauan dan penyertaan tetap akan dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan.
“Besok seharusnya hari terakhir pencarian sesuai prosedur, namun kami tetap akan melakukan pemantauan kondisi dan kemungkinan penyisiran lanjutan,” tambah oktanius.
Hingga pukul 20.30 WIB malam tadi, satu kapal tim penyusir masih berada di laut dan belum kembali ke posko karena masih dalam perjalanan menjelajahi sejumlah pulau di sekitar lokasi pencarian.
Keluarga korban berharap keajaiban dan permohonan doa dari masyarakat agar Jeiri dan Muhammad Sahri segera terungkap dalam keadaan selamat.
Sementara itu, aparat dan relawan terus berupaya menyisir perairan secara maksimal meskipun kondisi cuaca dan luasnya wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian ini.
Editor: Ruslan




