LINGGATERKINI – Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya menyasar aspek sosial melalui pemenuhan gizi, program ini juga turut menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi pelaku usaha kecil di pasar tradisional.

Salah satu yang merasakan langsung manfaat tersebut adalah Syahrul, seorang pedagang buah di Pasar Tradisional Dabo Singkep, Kecamatan Singkep.
Ia mengungkapkan bahwa sejak beroperasinya dapur SPPG Yayasan Cahaya Lintas Bangsa di kawasan Bukit Kapitan, penjualan buah miliknya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Sangat terbantu dengan adanya MBG di Dabo Singkep ini,” ujar Syahrul saat ditemui di lapaknya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, peningkatan permintaan paling terasa pada komoditas buah jeruk. Sebelum program MBG berjalan, penjualan cenderung stabil. Namun kini, permintaan mengalami lonjakan seiring meningkatnya kebutuhan bahan pangan.
“Buah jeruk sekarang lebih banyak dicari dibanding sebelumnya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, aktivitas dapur SPPG sebagai bagian dari pelaksanaan program MBG turut mendorong meningkatnya kebutuhan bahan makanan, termasuk buah-buahan yang menjadi salah satu menu konsumsi harian.
“Dapur MBG belanja bahan makanan langsung ke pelaku usaha kecil di sini, jadi dampaknya sudah mulai kami rasakan,” tambahnya.
Kondisi ini membuka peluang baru bagi pedagang lokal untuk meningkatkan pendapatan. Syahrul menilai, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi di tingkat bawah.
Keterlibatan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok program MBG, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam menggerakkan ekonomi lokal yang lebih inklusif.
Ia pun berharap program tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro di daerah./Ruslan



