LINGGATERKINI – Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tim forensik dari Bid Dokkes Polda Kepri untuk memastikan penyebab kematian seorang perempuan yang ditemukan tewas di wilayah Setajam, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.
Kasat Reskrim Polres Lingga, Iptu Maidir, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut.
“Lebih lanjut kami menunggu hasil forensik dari Bid Dokkes Polda Kepri,” ujar Maidir saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).
Dari hasil pemeriksaan luar sementara, korban diketahui merupakan perempuan tanpa identitas. Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian, namun diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua hingga tujuh hari sebelum ditemukan.
Secara fisik, kondisi jenazah sudah sangat memprihatinkan. Ditemukan lebam berwarna merah kebiruan pada bagian wajah, leher, serta dada. Selain itu, tubuh korban dalam keadaan kaku, dengan kondisi kulit mulai mengelupas dan perut membuncit sebagai tanda pembusukan.
Polisi juga menemukan sejumlah tanda mencurigakan, seperti mata melotot, lidah tergigit, serta darah berwarna gelap yang keluar dari hidung dan telinga.
Tak hanya itu, pada tubuh korban terdapat beberapa tanda khusus berupa tato, di antaranya bertuliskan “Diana” di lengan bawah kanan, gambar jari tengah di lengan atas kiri, serta tato abstrak di lengan kiri bawah. Kuku jari tangan korban juga terlihat menggunakan cat kuku berwarna hitam.
Selain itu, tubuh korban ditemukan dalam kondisi kotor dengan bekas pasir yang menempel hampir di seluruh bagian tubuh, diduga karena sempat ditanam dan ditimbun dengan tanah.
Sebelumnya, sekitar pukul 18.51 WIB, jenazah telah dievakuasi menggunakan kantong jenazah berwarna oranye dan dibawa ke RSUD Dabo Singkep untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penemuan mayat ini awalnya menggegerkan warga setempat. Sesosok mayat perempuan ditemukan di belakang rumah kontrakan di wilayah Setajam, tidak jauh dari SMA Negeri 2 Singkep.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tanpa busana dan telah menimbulkan bau menyengat, sehingga memicu kecurigaan warga hingga akhirnya dilakukan pengecekan.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian sekaligus mengidentifikasi korban.



