Ini Pengakuan Keluarga Pasien Positif Covid-19 di Lingga, Pemakaman Tanpa APD

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Linggaterkini.id – Proses pemakaman Tn. HR(63) salah seorang warga Kabupaten Lingga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di tempat pemakaman umum (TPU) Telek, beredar di media sosial.

Pasalnya foto yang beredar tersebut, tampak belasan warga sedang melakukan proses penggalian kubur di lokasi pemakaman.

Dimana peti jenazah jaraknya cukup dekat dengan warga yang ada. Sebagian warga juga tampak tidak menggunakan masker.

Berdasarkan keterangan Fadli, yang merupakan anak kandung almarhum Tn. HR mengungkapkan kronologi ketika pihak keluarga dan warga terlibat dalam prosesi pemakaman tersebut.

Ia mengatakan, setelah orang tuanya dinyatakan meninggal, pihak keluarga sempat menanyakan terkait proses pemakaman terhadap jenazah.

“Mereka bilang sudah ada prosedur(pemakaman pasien covid), dan sudah ada tim untuk pemakaman jenazah. Kami(keluarga) tidak masalah, dan minta tolong agar jenazah dimakamkan secara layak,” kata Fadli ketika ditemui wartawan dirumahnya Senin (26/4/2021) malam.

Sebelum jenazah dibawa ke TPU, petugas kesehatan di Pagoda sempat memintanya untuk mencarikan teman sebanyak 8 orang untuk membantu mengangkat peti jenazah.

“Kami kemudian pulang, setelah kami kembali lagi ke Pagoda, jenazah sudah di dalam peti dan sudah di dalam mobil ambulans,” ceritanya

Dia menuturkan, ada tiga orang petugas yang berada di dalam mobil ambulans. Setelah di TPU petugas kesehatan meminta pihak keluarga untuk mengangkat peti jenazah.

“Setelah sampai ke makam, petugas kesehatan minta tolong sama kami untuk mengangkat peti jenazah. Kata petugas pihak keluarga boleh bantu,” ungkapnya

Ia mengungkapkan, saat membantu mengangkat peti jenazah, pihak keluarga tidak menggunakan perlengkapan(APD).

“Kami tak punya perlengkapan, kalau orang itu memang pakai baju astronot(APD),” bebernya

Ia menjelaskan yang pertama tiba dilokasi pemakaman ada empat orang dari pihak keluarga, sedangkan dari petugas kesehatan hanya tiga orang.

“Pihak kesehatan cuma bertiga, mereka minta tolong ke kami bantu angkat(peti jenazah),” katanya

Selanjutnya para kerabat dari almarhum berdatangan ke lokasi dan ikut membantu proses pemakaman jenazah. Ia kembali menegaskan, pihak keluarga ikut membantu mengangkat peti jenazah karena diminta oleh petugas yang ada.

“Kami bantu angkat peti jenazah bukan kemauan dari pihak keluarga, tapi karena orang itu minta tolong dan bilang pihak keluarga boleh bantu,” bebernya

Kata dia, sebelum proses pemakaman selesai, dua orang petugas yakni supir dan kenek ambulans sudah meninggalkan lokasi.

“Belum selesai(pemakaman), ambulans balik. Supir sama kenek langsung balik,” terangnya.

Ia mengaku kecewa atas pelayanan dari petugas kesehatan saat proses pemakaman.

“Penyampaian orang itu tidak sesuai dengan yang dilakukan. Kami sudah mengikuti aturan protokol kesehatan. Yang penting dimakamkan secara layak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga M. Mulkan Azima saat dikonfirmasi mengatakan, terkait warga meninggal dunia terbukti terkonfirmasi covid 19 tetap dilakukan secara Prokes pemulasaraan jenazahnya.

“Termasuk yang terjadi hari ini merupakan pemulasaran jenazah yg ke 3 terjadi di Kabupaten Lingga. Semua petugas pakai APD lengkap dan Pemulasaraan Jenazahnye tetap mematuhi ketentuan Prokes,” kata Mulkan kepada Linggaterkini.id, Senin malam.

Namun nyatanya yang ditemukan bahwa pada saat pemakaman jenazah Covid-19 tidak ada petugas penanganan Covid-19 dan tidak menggunakan APD lengkap, saat ditanyakan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga mengatakan penggali kubur memang tidak memakai APD.

“Terkait foto tersebut adalah petugas penggali kubur, memang mereka tidak pakai APD, karena tidak bersentuhan langsung dengan jenazah. APD dipakai oleh tim pemulasaran yang bersentuhan langsung dg jenazah tersebut, mulai dari pengafanan sampai masukan dalam peti jenazah oleh tim,” jelasnya

Ditanyakan lagi, sementara jenazah sudah berada di lokasi pemakaman namun para petugas penggali kubur malah tidak menggunakan APD.

“Ye betul, tetapi untuk petugas pemakaman APD nye cukup pakai masker dan sarung tangan sesuai aturan SOP terbaru,” ungkapnya. (Red)

Share.

Leave A Reply